Mimpi Kereta di Pucuk Cemara

by Setiyo Bardono

Category: Nursing

  • Type: Paperback
  • Pages: 112 pages
  • ISBN: none
  • ASIN: none
  • Edition Language: English

Di tengah kegalauan, ternyata ada sosok Setiyo Bardono yang menikmati statusnya sebagai penumpang KRL dengan caranya sendiri. Menciptakan karya berupa puisi yang mengangkat keseharian penumpang KRL dengan segala romantismenya. Seberapa pun penuhnya KRL, seberapa pun menderitanya di dalam KRL, puisi-puisi ciptaannya terus mengalir deras.

(Nur Cahyo, Moderator [email protected])Kereta, kuda besi yang kaku itu di mata Penyair Setiyo Bardono lantas menjadi sesuatu yang lentur dan elatis.

Menjadi seksi dan eksotis. Seolah lempung yang begitu mudah diolah, pasrah menjadi bentuk apa saja. (Zabidi Zay Lawanglangit, Ketua Sastra Reboan, Penulis Kitab Tirakat)Gerbong-gerbong puisinya memuat beragam tema dan pesan, lewat diksi yang beberapa sangat unik dan mengejutkan, yang dihias dalam balutan metafora kereta sehingga menjadi panorama yang bergerak dan berderap.

Kegelisahan estetikanya kepada suasana kereta dan lingkungannya, menetes kepada kerjap puitiknya yang memilih kereta sebagai bahan dan ungkapan utama dalam karya-karyanya menjadi sesuatu yang sangat khas.

Untaian puisinya akan mengajak pembaca menjadi penumpangnya ke dalam petualangan yang terasa selalu baru, kadang di beberapa tempat ada getar dan guncangan, namun menjadikan perjalanan lebih mendebarkan dan tak mudah terlupakan. (Budhi Setyawan, Penyair, Ketua Forum Sastra Bekasi) Bahasa hati seorang penumpang kereta dengan sejuta permasalahan yang menghiasi rangkaian kata-kata dan dituangkan ke dalam bentuk puisi.

Sungguh menggugah, sesekali menggelitik, renyah, namun penuh makna.(Anthony Ladjar, Sekretaris Utama Asosiasi Penumpang Kereta Api (Aspeka))Melalui ekspresi yang sarat makna kemanusiaan dan disajikan dengan paduan gaya menggelitik dan sentuhan humor, walaupun terkadang bernuansa pilu dan lara, antologi puisi kereta ini mampu menghadirkan sosok kereta api dari sisi yang humanis sebagai media interaksi sosial budaya insani.

Lebih dari itu, secara implisit menunjukkan betapa kereta api masih merupakan sesuatu yang dicintai dan sangat dibutuhkan walau terkesan terabaikan keberadaannya. (Aditya Dwi Laksana, Ketua Indonesian Railway Preservation Society (IRPS))Puisi-puisinya amat menyentuh dan menyentil hal-hal kecil di sekeliling kita. Terutama dalam konteks pelayanan KRL, Setiyo Bardono amat konsen untuk terus memberikan masukan dan kritikan lewat bait-bait puisi.

(Muni Lestari, Anggota KRLMania, Roker Cilebut - Gambir)Bagi yang berminat memiliki buku ini silakan menghubungi Setiyo Bardono di email [email protected] atau HP 085695525630

“Download Mimpi Kereta di Pucuk Cemara txt